BANJIR, BANJIR BANDANG, DAN TANAH LONGSOR
sorotan
Laporan ini disusun dan diterbitkan oleh Platform Koordinasi Kemanusiaan Indonesia. Laporan ini mencakup periode 4 hingga 6 Desember. Laporan berikutnya akan diterbitkan pada atau sekitar 7 Desember.

Pembaruan Situasi Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera (4 Desember 2025)
Platform Koordinasi Kemanusiaan Indonesia (IHCP) merilis Laporan Situasi (Sitrep) Nomor 2, mencakup periode 4 hingga 6 Desember 2025, mengenai bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di 50 kabupaten/kota yang terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sorotan Dampak Bencana
- Korban Jiwa dan Hilang: Per 4 Desember, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 836 orang, dengan 518 orang masih hilang. Data per 3 Desember melaporkan 2.664 orang terluka.
- Aceh: 325 meninggal, 170 hilang.
- Sumatera Utara: 311 meninggal, 127 hilang.
- Sumatera Barat: 200 meninggal, 221 hilang.
- Pengungsi: Sebanyak 881.035 orang telah mengungsi. Mayoritas pengungsi berada di Aceh (817.856 jiwa), diikuti Sumatera Utara (40.355 jiwa) dan Sumatera Barat (22.824 jiwa).
- Kerusakan Rumah: Tercatat 59.372 rumah rusak di Aceh (termasuk 1.228 rusak berat) dan 5.271 rumah rusak di Sumatera Barat. Data kerusakan rumah di Sumatera Utara belum tersedia.
- Akses Transportasi: Empat kabupaten di Aceh masih terisolir akibat banjir: Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Singkil. Banyak jalur, seperti Pidie Jaya-Bireuen, Bireun-Aceh Utara, dan Bireun-Bener Meriah, putus total.
Respons Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto telah mengunjungi daerah terdampak pada 1 Desember dan menilai status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah provinsi sudah cukup, sehingga status darurat nasional belum diumumkan.
Prioritas utama Pemerintah adalah pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, dan akselerasi pemulihan:
- Akses dan Komunikasi: Percepatan pemulihan akses transportasi darat, pemulihan jaringan seluler (Komdigi telah memulihkan jaringan di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Barat) , dan pemulihan sektor energi. Jaringan Starlink sudah diaktifkan di berbagai kabupaten di Aceh.
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): OMC terus dilakukan di Sumatera Utara (21 sorti) dan Aceh (16 sorti) untuk membantu percepatan operasi pembersihan jalur dan memastikan logistik udara tidak terganggu.
- Distribusi Logistik: Pengiriman bantuan dioptimalkan melalui udara menggunakan helikopter (BNPB merencanakan pengerahan 50 unit helikopter) dan pesawat. Pengiriman juga dilakukan melalui jalur laut menggunakan Kapal Express Bahari.
Respons Non-Pemerintah
Hingga 3 Desember, Desk Relawan mencatat 147 organisasi dengan total 5.478 relawan terlibat dalam penanganan bencana.
- PMI telah mengoperasikan 6 unit pengolah air minum dan 48 mesin penyedot lumpur. Selain itu, PMI mengerahkan 60 unit truk tangki air beserta 120 personel relawan untuk distribusi air bersih.
- Layanan Khusus: PT Pos Indonesia memberikan layanan khusus tidak berbayar untuk pengiriman bantuan. JNE menggratiskan pengiriman bantuan kemanusiaan dari 1 hingga 10 Desember 2025. Telkomsel menyediakan Paket Siaga Peduli Sumatera bebas biaya.
Isu Lintas Klaster dan Kebutuhan Mendesak
Klaster Kesehatan, Sub-Klaster Kesehatan Reproduksi (Kespro), dan Sub-Klaster Perlindungan mengidentifikasi beberapa tantangan:
- Kesehatan: Risiko penyakit berpotensi KLB tinggi di wilayah pengungsian karena keterbatasan air bersih. Pelayanan Kespro dan Ante Natal Care (ANC) untuk ibu hamil belum berjalan baik. Gudang alat kontrasepsi terendam di beberapa wilayah Aceh.
- Perlindungan: Pelayanan dan penanganan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) belum berjalan baik. Aksesibilitas pengungsian masih rendah bagi penyandang disabilitas, dan logistik belum sensitif kebutuhan khusus. Kit kebersihan diri dan kebutuhan khusus perempuan sangat kurang.
Kebutuhan Mendesak yang diidentifikasi Klaster Logistik meliputi: peralatan berat (ekskavator, beko), unit pengolah air bersih, perahu karet dan mesin, genset, dan alat medis. Untuk pengungsi, diperlukan permakanan (termasuk makanan bayi), air bersih, selimut, hygiene kits, obat-obatan (termasuk profilaksis malaria dan vaksin tetanus), dan perlengkapan sensitif kebutuhan khusus.
