BANJIR, BANJIR BANDANG, DAN TANAH LONGSOR
sorotan
Laporan ini disusun dan diterbitkan oleh Platform Koordinasi Kemanusiaan Indonesia. Laporan berikutnya akan diterbitkan pada atau sekitar 22 Desember 2025.

Update Situasi: Jumlah Pengungsi Menurun, Fokus Beralih ke Pemulihan dan Hunian Sementara (18 Desember 2025)
Platform Koordinasi Kemanusiaan Indonesia (IHCP) merilis Laporan Situasi (Sitrep) Nomor 5 terkait bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Memasuki pertengahan Desember, fokus penanganan mulai menitikberatkan pada pemulihan infrastruktur vital, layanan kesehatan bagi kelompok rentan, serta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).
Perkembangan Dampak dan Data Korban
Hingga 17 Desember 2025, tercatat perkembangan data sebagai berikut:
- Korban Jiwa: Total korban meninggal dunia mencapai 1.059 orang dengan 192 orang masih dinyatakan hilang.
- Pengungsi: Terdapat penurunan signifikan jumlah pengungsi menjadi 588.226 orang. Konsentrasi pengungsi terbesar masih berada di Aceh (556.016 jiwa), diikuti Sumatera Utara (20.982 jiwa), dan Sumatera Barat (11.228 jiwa).
- Kerusakan Rumah: Sebanyak 147.217 unit rumah dilaporkan rusak di tiga provinsi terdampak.
Kebutuhan Mendesak: Air Bersih dan Kelompok Rentan
Masalah ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini karena layanan PDAM yang belum berfungsi dan sumber air warga yang tertutup lumpur. Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan di pengungsian. Di Aceh saja, tercatat ribuan bayi, ibu hamil, lansia, serta penyandang disabilitas memerlukan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar dan alat bantu yang spesifik.
Progres Pemulihan Infrastruktur dan Logistik
Upaya pembukaan akses transportasi terus menunjukkan kemajuan:
- Transportasi: Jalur Pidie Jaya menuju Bireuen sudah kembali tersambung dengan fungsionalnya Jembatan Krueng Meureudu per 12 Desember. Di Sumatera Barat, progres penanganan jalan nasional via Lembah Anai telah mencapai 92%.
- Energi dan Logistik: Distribusi BBM dan LPG di wilayah terisolir seperti Bener Meriah dilakukan melalui helikopter (sling load). Hingga saat ini, total logistik kemanusiaan yang telah dikirimkan ke tiga provinsi mencapai lebih dari 1.049 ton.
- Modifikasi Cuaca: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendukung kelancaran pembersihan jalur dan distribusi bantuan.
Pembangunan Hunian Sementara (Huntara)
Pemerintah daerah mulai membangun huntara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal:
- Di Pidie (Aceh), 12 unit huntara sudah mulai dibangun menggunakan dana desa.
- Di Tapanuli Utara (Sumut), diusulkan pembangunan 102 unit huntara.
- Di Sumatera Barat, beberapa kabupaten seperti Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, dan Agam telah memulai proses pematangan lahan dan pembangunan huntara dalam format kopel/barak.
Kolaborasi Klaster Penanggulangan Bencana
Sebanyak 191 organisasi non-pemerintah dan ribuan relawan terus memberikan layanan lintas sektor, mulai dari evakuasi oleh Basarnas, layanan air bersih oleh PMI, hingga dukungan psikososial dan pendidikan darurat bagi anak-anak di pengungsian.
